Monolog Pemimpin Boneka

Monolog Pemimpin Boneka

17 Agustus 2015

Kepala berisi

Kepala diisi

Leher berdasi

Leher dikalungi

Tangan berjemari

Telunjuk diarahi

Badan berdiri

Tegap disokongi

Tubuh berdikari

Kokoh disandari

Suara meninggi

Kata diiringi

Lakon dipilih

Cerita didramai

Karakter dimanipulasi

Dosanya ditanggung seluruh negeri

 

 

Tega Siapa

17 Agustus 2015

 

Tega siapa, memikul jabatan pundak menghindar

Berpanas dahaga upah tak seberapa

Tega siapa, kaki berpangku di meja merangkul nikmat

Berjerih menjerit jalanan penuh daki

Tega siapa, tawa di gedung tinggi menara langit

Air mata duka di kolong jembatan sungai penuh daki

Tega siapa, disumpah serapah mohon melayani ketika ‘menjadi’ malah dilangkahi

Berharap dilindungi hingga menyerahkan diri malah dikhianati

 

Tega siapa?

 

Bahkan bila kami akhirnya memaki itu bukan karena kami tak berbudi pekerti

Tapi mereka yang di atas kami sudah keterlaluan tingkat tinggi

 

Tega siapa?

 

Kau bilang kami?

 

 

Kampret

17 Agustus 2015

 

Kami siap pasang badan

Sedang engkau muka pun dipalingkan.

Siapa sesungguhnya yang punya tahta,

Kami memberimu dengan segenap pinta

Kau mengabaikannya tanpa sedikitpun cinta

 

Kami berteriak dari jalanan

Sedang engkau malah berlindung di balik perisai bangunan.

Siapa sesungguhnya tempat menggantung asa,

Kami memilihmu dengan setulus rasa

Kau mengacuhkannya tanpa sedikitpun iba

 

Ah, sudahlah

Lelah kami menguras amarah

Santai kau duduk tanpa rasa bersalah.

 

Kampret!

 

 

Kampret 2

17 Agustus 2015

 

Sekecut-kecutnya wajah kami

Lebih kecut yang tersimpan dalam dadamu itu

Sekusam-kusamnya kulit kami

Lebih kusam yang tersembunyi dalam dadamu itu

Selusuh-lusuhnya pakaian kami

Lebih lusuh yang terpendam dalam dadamu itu

 

Dasar yang dasarnya pencuri

Biar tertangkap masih berkelip minta belas kasih

 

Kampret!

 

 

Penulis

Fadly Fahry S. Wally

Mahasiswa Ilmu Politik Unhas

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *