Balada Sakit Jantung

Catatan ini berawal dari bincang-bincang tidak serius terkait banyak hal; membahas mulai dari klub bola PSM, TPA bintang lima, celana dalam cakar hingga obat kuat. Seperti biasa tak satupun ceritera yang tuntas, dan memang tak mungkin dituntaskan. Cerita berkembang luas, panjang kali lebar  menyerempet ke banyak hal, salah satu tentang penyakit, terutama penyakit-penyakit yang awalnya identik dengan penyakit lansia, namun jika di baca perkasus cukup banyak juga orang-orang yang tergolong muda terserang penyakit ini.

Salah satu penyakit yang dibahas adalah (serangan) jantung, Karena tak satupun yang berlatar pendidikan medis membuat pembahasan tentunya tidak “sahih” dan beraroma “bid’ah”. Sebagai anak IPS tulen, tentu saja hal terkait medical bukan sesuatu yang familiar, walaupun itu penting untuk diketahui. Nah, karena perbincangan di atas, saya pun mulai mencari tau apa sebenarnya (penyakit) Jantung tersebut.

Dasar anak IPS tulen tentu tidak familiar dengan situs atau website yang terkait kesehatan, maklum selama ini hanya familiar dengan situs atau website yang membahas partai politik, sistem pemilu dan lain-lain yang membosankan itu. Untunglah ada Mr. Google yang membantu mendapatkan informasi umum. Puji Tuhan karenanya. Pada salah satu link[1], dari sekian banyak link yang terbuka, saya mendapati penjelasan sebagai berikut ;

“Jantung mempunyai fungsi utama yaitu memberikan oksigen untuk seluruh tubuh dan membersihkan seluruh tubuh dari karbondioksida.  Agar jantung dapat memaksimalkan fungsi tersebut, dengan cara mengumpulkan darah diseluruh tubuh yang kurang akan oksigen dan dipompa ke dalam paru-paru. Sehingga darah mengambil oksigen dari paru-paru untuk disebarkan ke seluruh tubuh dan akan membuang karbondioksida. Selanjutnya jantung mengumpulkan darah dari paru–paru yang banyak mengandung oksigen dan memompanya untuk disebarkan keseluruh jaringan tubuh. Darah yang kaya oksigen tersebut akan sangat berperan penting dalam tubuh kita”

Begitulah petikannya. Sepenuhnya saya tidak paham, namun setidaknya ada kata kunci yang terbaca jelas; mengumpulkan darah, mempompa untuk mendapatkan oksigen lalu menyebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Sederhanya tubuh membutuhkan oksigen, jika tida ada oksigen maka matilah kita semua, fungsi jantunglah  yang mengumpulkan darah yang banyak mengandung oksigen dan mempompanya ke seluruh tubuh. Begitulah, penjelasan tidak sederhana ala anak IPS. Poinya, jantung memiliki peran amat vital dalam sirkulasi tersebut.

Mungkin karena itu, dalam terma lain jantung sering juga dimaknai sebagai (yang) Vital, utama ataupun penting, sesuatu yang tanpanya maka yang lain akan terganggu bahkan binasa. Walaupun bukan yang meng_ada_kan akan tetapi ia yang menjadi sirkulator utama hingga semua berfungsi dan bekerja. Ia adalah yang Vital itu. Begitulah kura-kura.

Sebenarnya penjelasan di atas cukup panjang, melibatkan kosa kata yang kedengaranya saja tidak romantic, sperti ; systole, diastole, arteri pulmonalis, vena pulmonalis, ventrikel, aorta dan lain-lain. Kosa kata yang sederet tidak romantic dengan; beleid, Political Efficacy, New Institusionalisme dan kawan-kawannya yang membosankan itu.

Singkat cerita, saya menemukan gambaran pamungkas yang menjelaskan dengan baik, bahwa jantung sangatlah vital, karena jantung menjaga darah agar tetap dapat mengalir melalui pembuluh darah untuk membawa oksigen serta sari-sari makanan ke setiap bagian sel tubuh maka dari itu seseorang dapat tetap hidup. Nah, sekarang pahamkan betapa vital dan urgensinya fungsi Jantung.

Sebagai anak IPS tulen, saya jadi membayangkan bagaimana jika struktur dan fungsi jantung ini berada dalam realitas social, bagaimana sesungguhnya ia bekerja. Walaupun ini kurang tepat sebab dunia social tentunya jauh lebih kompleks dan ruwet dibanding organ tubuh, akan tetapi tidaklah tertutup kemungkinan ada orang-orang/sistem tertentu pada konteks social tertentu pula memiliki peran dan fungsi serupa dengan organ jantung di atas. Bahkan, boleh jadi pada ruang tertentu proses dialektis struktur dan individulah yang membentuk peran dan fungsi serupa organ jantung tersebut. Sepertinya mulai tidak lucu, baik.

Membayangkan cara kerja organ jantung semacam sistem atau struktur tentunya ruwet, akan tetapi sebagai sosok individu mungkin akan lebih mudah. Saya membayangkan dalam realitas sosial ada individu yang aras kerjanya sebagai sirkulator dari beragam kepentingan agar sumberdaya terdistribusi dengan baik keseluruh jaringan hingga sistem tetap hidup. Orang yang memainkan peran apa dan bagaimana sumberdaya didapatkan dan mengatur distribusinya hingga berjalan tertib. Dalam proses perjalanannya yang panjang dan rumit, fungsi kediriannya sebagai organ jantung (sirkulator) menjadi sebuah mekanisme yang mengikat dirinya dengan sistem yang ada. Ia adalah sistem itu sendiri. Tanpa fungsi dirinya maka sistem akan terganggu.

Agar nampak rill mari membayangkan sosok tersebut dalam suatu organisasi. Maklum anak IPS. Tentu saja kita tidak membayangkannya dalam organisasi yang dibentuk kemarin sore, karena untuk “tumbuhnya” sosok sekaligus peran seperti yang dimaksud di atas tentunya membutuhkan proses, ruang dan waktu yang tergolong lama. Coba bayangkan sosok yang dimaksud ada dalam suatu organisasi dengan segala fungsi dan perannya, bisa dibayangkan betapa tergantungnya kerja organisasi kepada “sosok jantung” tersebut. Seluruh organ, sel-sel, jaringan dalam organisasi akan banyak ditentukan oleh peran “sosok Jantung” ini.

Nah, Bayangkan organisasi yang di maksud adalah Partai Politik, di dalamya ada sosok yang menjadi “Jantung” dari sebuah partai politik. Sosok yang menjadi  sirkulator dari beragam kepentingan agar aliran dan distribusi sumberdaya terjaga tertib ke seluruh sel-sel jaringan hingga nadinya tetap berdenyut. Dapat dibayangkan betapa tergantungnya (system) partai politik akan sosok vital seperti ini.

Lalu, bagaimana jika “Sang Jantung” tersebut mendapatkan serangan ? Silahkan anda sekalian yang membayangkannya. Saya bersiap nonton film G30S. Wassalam.

NB : Dapat kabar Papa sudah sembuh

[1] www.inaheart.or.id/artikel/158-fungsi-jantung-dalam-tubuh-manusia/

Penulis

Irawan Amiruddin, Si.I.P, M.Si

Peneliti Masalah Sosial dan Politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *