Dukung Program Nawacita, IKAPOL Unhas gelar Dialog Nasional UMKM

Ekonomi Indonesia sudah berulang kali berhadapan dengan tsunami krisis global dan berulang kali pula bangkit. Apa yang membuatnya bisa bangkit tentunya memunculkan banyak perdebatan. Beberapa ilmuan dengan penelitian yang mereka lakukan menemukan bahwa sektor informal lah yang menopang perekonomian bangsasaat krisis dan masa-masa setelahnya. Sektor rill yang selama ini masih dipandang sebelah mata. Mereka hadir di tengah-tengah gemerlap diskursus pembangunandan turut mengokohkan pondasi ekonomi di Indonesia.

Saat krisis melumpuhkan sebagian besar perekonomian pada 1997-1998 silam, sektor riil ekonomi, khususnya sektor informal inilah yang justru bertahan. Sektor yang diisi lebih dari setengah jumlah tenaga kerja di Indonesia. Sektor yang sebagian besar tumbuh di sekitar kita dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas publik seperti terminal, pelabuhan, trotoar, Pasar Tradisional, taman kota dan tempat-tempat publik lainnya. Mereka yang berbadan hukum maupun tidak memiliki payung hukum sama sekali. Sektor yang mampu membuktikan bahwa mereka lah yang sebenarnya telah menyelamatkan Indonesia dari dampak krisis yang lebih besar.Dari kesemua variasi dan bentuk usaha ekonomi yang pelaku jalankan inilah yangmemiliki perannya penting masing-masing di sistem ekonomi, salah satunya UMKM.

Dalam perkembangannya,perekonomian sebuah negara sangatlah penting dan memiliki risiko secara politik dalam kelangsungan hidup masyarakat. Hal itulah yang mendorong Ikatan Alumni Ilmu politik Universitas Hasanuddinuntuk menginisiasi suatu forum (Dialog Nasional) dalam rangka menggali serta merumuskan berbagai pemikiran terkait UMKM di tengah diskursus ekonomi politik makro yang dominan dewasa ini.Forum dialog ini juga bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Politik Unhas, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas perkembangan pengetahuan yang menjadi kebutuhan masyarakat.Harapannya, forum bertajuk “UMKM dan Stabilitas Ekonomi Politik” dapat memberikan kontribusi dalam hal kemajuan keilmuan sekaligus memiliki sumbangsih terhadap pengembangan sumberdaya manusia di sektor ekonomi.

IrwansyahSukarana, Ketua Harian IKAPOL Unhas yang sekaligus penanggungjawab kegiatan ini, berharap ikatan alumni yang terjalin tidak hanya eksis, tapi masih bisa memberikan sumbangsihnya terhadap kehidupan masyarakat. Dialog Nasional merupakan wujud perhatian alumni Ilmu Politik terhadap pengembangan UMKM sebagai salah satu pelaku ekonomi yang bisamenjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Dialog Nasional ini sebagai wujud kepedulian alumni ilmu politik Unhas terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa, khususnya masyarakat menengah kebawah”, ungkap Irwansyah di tengah persiapan acara.

Dialog Nasional akan mempertemukan pelaku di sektor perbankan, akademisi, pakar ekonomi dan pelaku UMKM itu sendiri. Dr. Andrinof A. Chaniago, M.Si (Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia), Drs. Andi Yaqub, M.Si,(Pengajar Ekonomi Politik di Universitas Hasanuddin), Drs. Abdul Madjid Sallatu, MA(pakar Ekonomi), dan Andi Gadis Kinanti, S.I.P, MM (Konsultan PLUT KUMKM Sulsel) akan menjadi panelis dalam dialog. Panitia penyelenggara sengaja mengambil pembicara dari beragam latar profesi dan sektor agar UMKM bisa dikaji dari banyak sisi dan dengan pendekatan yang beragam.Jadwalnya, dialog akan dilaksanakan pada Sabtu, 5 Agustus 2017, pukul 08.30 WITA. Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas akan menjadi tempat penyelenggaraan acara.

Pastinya Dialog Nasional ini akan menghadirkan suasana diskursus yang berbeda dan lebih detail mengupas persoalan UMKM. Dari kegiatan ini diharapkan akan lahir sejumlah rekomendasi yang aplikatif dan bisa menjadi pedoman bagi semua pihak, khususnya Pemerintah dalam mengembangkan UMKM sebagai salah satu elemen penting di pertumbuhan ekonomi bangsa.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *