IKA Mahasiwa Ilmu Politik Unhas Gelar Buka Puasa Bersama

Makassar, 17 Juni 2017,

“Tahun 1997 itu Sospol dimasuki sama anak-anak Teknik!” Seru Andi Naharuddin, atau yang akrab kami sapa kak Ochenk atau cukup Ochenk saja mengenang kisah tepat 20 tahun lalu.

“Itu Himpunan dikencingi satu persatu! Serunya lagi. Orang-orang yang duduk melingkari meja bundar besar menyimak serius dan seperti ingin menimpali atau menceritakan penggal kisah dari peristiwa yang sama. Maklum, para alumni yang sedang bersantai sambil menikmati sajian buka puasa bersama ini di masa itu hidup bersama sebagai mahasiswa. Tapi mereka bukan berasal dari angkatan yang sama. Ochenk, Cullank, dan Ai adalah mahasiswa ilmu politik angkatan 92  dan paling senior di meja ini. Selain mereka ada Yudhi, Chapa, Yadi dan Ishak dari angkatan 1995 serta Illank dan Andrie dari angkatan 1994 Ada juga seorang adik yang jauh lebih junior, mungkin ia berasal dari angkatan 2005-an turut bergabung dalam obrolan soal kenangan ini.

Selama kuliah di sepanjang dekade 90-an, kericuhan akibat perseteruan anak-anak Sospol dan Teknik memang beberapa kali terjadi. Peristiwa awal 1990-an, yang disebut peristiwa ‘Black September’ adalah yang paling mengenaskan. Sejumlah gedung dan fasilitas perkuliahan Fakultas Teknik dibakar oleh ratusan mahasiswa Sospol yang menyerbu dan berhasil memaksa anak-anak Teknik meninggalkan markas besar mereka.

Kini, setelah dua dekade setelah peristiwa Black September itu, Fakultas Teknik sudah pindah ke kabupaten Gowa, yakni di Jalan Poros Gowa – Malino. Kabarnya, fakultas ini akan berdiri sendiri sebagai sebuah Sekolah Tinggi Teknik. Kini di Unhas Tamalanrea, perseteruan dua fakultas yang saat itu dianggap abadi pun sepertinya tidak akan pernah terulang lagi. Selebihnya hanya akan dikenang di saat-saat seperti malam ini.

*

Di hari ke 22 Ramadhan 1438 H, Ikatan Alumni Mahasiswa Ilmu Politik Unhas (IKAPOL UNHAS) mengadakan acara Buka Puasa Bersama dengan tema “Indahnya Kebersamaan” di puncak gedung hotel Remcy Panakkukang, Makassar.

Acara ini dihadiri oleh para alumni Ilmu Politik Unhas dan sejumlah kawan dari beberapa jurusan di Sospol Unhas. Di salah satu meja di sudut gedung ini, para senior dari angkatan 1990 duduk dan bercerita penuh semangat. Di sana ada Caco, Sawedi dan Dayat dari Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional atau Himahi, adapula Nur Ayyam dan Yansi dari Himapol. Di meja-meja lainnya juga hadir alumni-alumni lain yang lebih senior lagi yakni angkatan 80-an atau yang jauh lebih muda, 2010-an.

Panitia acara buka bersama ini juga mengundang sejumlah anak yatim-piatu dari salah satu panti asuhan Al Kabiiru di kota Makassar.

Hadir sebagai penceramah adalah Prof. Qasim Mattar. Beliau adalah seorang alim dan amat luas pandangan Keislamannya. Katanya, “bulan suci Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Selain itu, momen ramadhan juga amat tepat meningkatkan solidaritas dengan menjalin silaturahmi, tidak hanya bagi umat muslim, namun juga seluruh umat manusia dengan memperbanyak tindakan berbagi dengan sesama. Jika hal itu dilakukan di bulan penuh berkah ini, maka kita akan mendapatkan kebahagian dan ketenangan jiwa di dalam hidup.”

Dengan begitu, maka amat tepatlah ketika momen buka puasa bersama ini, IKAPOL FISIP juga memanfaatkannya untuk berbagi keberkahan dengan kaum dhuafa dan anak yatim dari panti asuhan Al-Kabiiru.

“Tangan yang memberi adalah tangan yang mengumpulkan. Memberikan anugerah waktu yang kita punya dengan sukarela, melayani mereka yang lebih kekurangan adalah cara sempurna untuk mengingatkan diri kita akan kelimpahan yang ada dalam hidup,” demikian ungkap Ketua Umum IKAPOL FISIP UNHAS, Notrida G.B. Mandica Nur (Angkatan 1987). Usai memberikan sambutan, anak-anak yang berbaju putih bersih ini pun mulai berbaris dan menerima amplop dari pengurus Ikapol yang dihimpun sejak Minggu yang lalu.

Setelah Shalat Magrib dan santap buka puasa, masih ada tauziah singkat dari salah satu kanda paling senior di HMI dan setelah itu foto-foto bersama, dan satu persatu para alumni ini pulang lebih dulu dan sebagian lainnya tinggal mengabadikan persitiwa, blitz!

Faurizah Ramlan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *