Selangkah Lagi Anggota IKAPOL FISIP UNHAS Menjadi Anggota KPU RI

andi tenri sompa
Andi Tenri Sompa, Calon Anggota KPU RI

Andi Tenri Sompa, Pengurus Ikatan Alumni Ilmu Politik Fisip Unhas di Bidang penelitian dan pengembangan selangkah lagi menjadi anggota KPU RI setelah dinyatakan lolos pada seleksi KPU tahap kedua.

Informasi tersebut diperoleh dari lansiran Tim seleksi calon  anggota KPU dan Bawaslu RI yang mengumumkan hasil seleksi tahap kedua, akhir Desember 2016 lalu. Dari lansiran tersebut, 58 dari 517 orang yang lolos tes tahap kedua. Dari jumlah tersebut sebanyak 36 orang calon anggota komisioner KPU dan 22 calon anggota Bawaslu.

Dr. Andi Tenri Sompa yang saat ini berprofesi sebagai dosen Ilmu Politik di Fisip Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan menyelesaikan studi master di Univesitas airlangga pada tahun 2004 dan dan study doktor di Universitas Indonesia pada tahun 2016.

Ibu dari tiga anak ini memiliki kapasitas baik dari sisi teoritis bagaimana sistem pemilu bekerja dan juga memiliki pengalaman panjang dalam aspek kepemiluan. Selain itu, Andi Tenri Sompa juga memiliki jaringan organisasi sosial yang luas khususnya di Kalimantan Selatan dan peka terhadap isu-isu perempuan, ungkap Notrida, Ketua Ikapol Fisip Unhas.

“Saat ini saya bergelut dengan banyak soal politik elektoral, baik sebagai pengamat, peneliti maupun lektor. Saya beberapa kali menjadi anggota bahkan ketua tim seleksi calon KPUD maupun Bawaslu Daerah di Kalimantan Selatan,” ujar Tenri Sompa menguraikan pengalamannya.

Tenri Sompa, sejak 2012, mengelola sebuah lembaga yang konsen pada isu pemilu, yakni Center for Election and Political Party di Universitas Lambung Mangkurat (CEPP–ULM). Selain itu, Andi Tenri Sompa juga koordinator agen ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ Kalimantan Selatan. Ia juga seorang tenaga ahli anggota DPRD di salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk isu lingkungan, Andi Tenri Sompa juga dikenal sebagai tenaga ahli Tim Restorasi Gambut hingga sekarang. Sebagai akademisi yang memiliki pengetahuan luas, beberapa bupati di provinsi Kalsel memintanya menjadi staf khususnya. (Ishak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *