Wisudawan Terbaik Itu, Ibu Rumah Tangga dari Bumi Lamaddukelleng

Banyak persepsi yang mengatakan bahwa menikah muda itu kurang baik, khususnya bagi perempuan. Tidak aka nada lagi waktu untuk belajar dan mengukir prestasi, sebab telah habis untuk mengurus suami dan anak. Namun tampaknya persepsi itu telah banyak terbantahkan, banyak perempuan berprestasi dengan status ibu rumah tangga. Salah satu perempuan hebat itu hadir dari Bumi Lamaddukelleng, ia diberi nama Andi Husnul Hatimah oleh ayah dan ibunya.

Usianya baru menginjak 22 tahun,lahir dari rahim perempuan anggun bernama Andi Wahida, buah cinta dari seorang ayah yang penyayang bernama Andi Herman Hafid, SE. Masa kecilnya hingga remaja dihabiskan di Tanah Solo’, Kecamatan Bola. Disana Husnul menamatkan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama, kemudian melanjutkan sekolah menengah atas di SMA Negeri 3 Sengkang, Ibukota Kabupaten Wajo.

Usai menamatkan sekolah menengah atas, Husnul melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Program Studi Ilmu Politiknya menjadi pilihannya, tepatnya di Universitas Hasanuddin Makassar. “Politik itu adalah seni, politik tidak selalu buruk, tapi jadikan politik sebagai jalur untuk berbuat kebaikan”, itulah latar pemikiran Husnul hingga memutuskan untuk memilih program studi Ilmu Politik. Harapannya sangat jelas, ingin menjadikan dunia politik, baik keilmuan maupun terapan, sebagai jalan untuk mencapai kemaslahatan. Husnul masuk program studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin melalui jalur non subsidi, satu diantara beberapa jalur masuk yang tersedia di Universitas Hasanuddin.

Baru saja duduk di semester 3, tepat di usia 19 tahun, Husnul memutuskan untuk menikah pada Tanggal 13 Maret 2016, tentunya dengan izin dan restu kedua orang tuanya. Pria pilihan hatinya bernama Andi Abdul Dzuljalali, S.STP, M.Si., seorang birokrat yang saat ini sedang menjadi Lurah di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Husnul dan suami tentu tidak tinggal bersama, karena memiliki aktivitas dan tanggungjawab di tempat yang berbeda. Suaminya harus bertugas sebagai abdi Negara di Kota Sengkang, sedangkan Husnul harus melanjutkan studi di Kota Makassar. Setahun usia pernikahan mereka, tepatnya pada Tanggal 07 Januari 2017, saat masih duduk di semester 5, Husnul dikaruniai anak lelaki yang diberi nama Andi Pradipta Abdullah Hafid. Kebahagiaan sebagai seorang istri menjadi sempurna karena telah menjadi ibu. Kehadiran anak tentunya akan menambah sedikit beban dalam menjalani proses perkuliahan, karena harus kuliah dan megurus anak disaat yang bermasaan. Namun, Husnul tidak pernah menjadikannya sebagi beban, justru menjadi penambah semangat dalam menjalani proses perkuliahan.

Dukungan penuh dari keluarga, menjadi motivasi yang kuat dalam diri Husnul untuk terus menjalani proses perkuliahan, tanpa pernah mengabaikan tanggungjawab sebagai ibu rumah tangga. Meskipun setiap kuliah, Husnul selalu teringat akan putra tercinta, sedangkan suami jauh di kampong halaman juga menjalankan kewajiban. Masa-masa tersulit bagi Husnul ketika sedang menyelesaikan tugas akhir. Penelitian di lapangan memakan waktu yang tidak singkat, dan tentunya cukup melelahkan. Pada waktu yang bersamaan harus tetap menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, khususnya mengurus anak. Namun, semuanya dapat dilalui dengan baik, tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Tugas akhir yang diambil oleh Husnul berkaitan dengan problem yang dia lihat dan amati di kampung halaman. Fungsi Pengawasan DPRD Kabupaten Wajo terhadap Pelaksanaan Perda No. 4 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan di Kabupaten Wajo. Berdasarkan hasil penelitian, Husnul menarik kesimpulan bahwa fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Wajo terhadap Perda No. 4 Tahun 2012 belum optimal. Faktor penyebabnya adalah sikap atau disposisi yang ditunjukkan oleh tim pengawas dari instansi terkait masih terkesan lunak dalam artian lebih mengendepankan unsur “manusiawi” dibandingkan sanksi yang seharusnya diterapkan. Oleh karena itu, Husnul berharap agar kedepan kinerja pengawasan dalam pemerintahan harus lebih ditingkatkan lagi, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan benar serta dapat melahirkan kesejahteraan masyarakat.

Setelah menjalani proses perkulaiahn selama 7 semester dan menyelesaikan penelitian tugas akhir, akhirnya Andi Husnul Hatimah dikukuhkan menjadi Sarjana Ilmu Politik pada Tanggal 27 Maret 2018, dengan masa studi selama 3 tahun 6 bulan. Prestasi Husnul bukan hanya masa studi yang tergolong cepat, namun juga capaian indeks prestasi kumulatif yang sangat memuaskan yakni 3.93 (rentang 1-4). Atas prestasi tersebut, Andi Husnul Hatimah, S.IP di anugerahi sebagai Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas pada saat Wisuda Sarjana Universitas Hasanuddin periode juni 2018 pada Tanggal 10 Juli 2018. Prestasi itu menjadi kebanggaan bagi Andi Husnul Hatimah dan keluarga, dan tentunya juga bagi program studi ilmu politik Unhas.

Prestasi yang diperoleh Husnul menjadi pengingat bagi kita, khususnya perempuan, bahwa setiap perempuan dapat mengukir prestasi, kapan dan dimana pun. Status sebagai ibu rumah tangga bukan penghalang untuk meraih prestasi, bahkan bisa menjadi pelecut semangat untuk lebih berprestasi. “Perempuan harus mengukir prestasi, tanpa mengabaiakn tugas dan tanggungjawab sebagai istri dan ibu, dan semua perempuan dapat melakukannya”, demikian ungkap Husnul, sapaan akrab Andi Husnul Hatimah, S.IP.

Selamat kepada Husnul, selamat kepada para perempuan hebat, dan selamat mengukir prestasi bagi perempuan hebat lainnya. Teruslah berkarya, teruslah berprestasi, tanpa pernah mempersoalkan bahwa Anda seorang perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *